Jl. Pemuda No. 10-12, Kota Cirebon Senin-Kamis 07.30-19.30 | Jumat 07.30-19.00 | Sabtu 07.30-11.00

Retinopati Diabetik: Bahaya Diabetes bagi Mata dan Pentingnya Skrining Rutin

Ditinjau oleh: Tim Medis Cirebon Eye Center • 21 September 2026 • 6 menit baca • Retina
Diabetes tidak hanya menyerang ginjal dan jantung, tetapi juga pembuluh darah halus di retina mata. Simak gejala retinopati diabetik dan cara mencegah kebutaan.

Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam jangka panjang. Salah satu komplikasi kronis yang paling ditakuti adalah Retinopati Diabetik, yakni kerusakan pada pembuluh darah retina yang menjadi salah satu penyebab utama kebutaan pada usia produktif di seluruh dunia.

Bagaimana Diabetes Merusak Penglihatan?

Retina membutuhkan pasokan darah kaya oksigen secara konstan melalui jaringan kapiler mikro. Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol lama-kelamaan akan melemahkan dan merusak dinding pembuluh darah tersebut.

Kondisi ini berkembang melalui dua tahapan utama:

  1. Retinopati Diabetik Non-Proliferatif (NPDR): Tahap awal di mana pembuluh darah retina mulai bocor, mengeluarkan cairan atau sedikit darah, serta membentuk tonjolan kecil (mikroaneurisma). Jika kebocoran mengenai area makula (pusat ketajaman penglihatan), pasien akan mengalami pembengkakan (edema makula) sehingga penglihatan mulai kabur.
  2. Retinopati Diabetik Proliferatif (PDR): Tahap lanjut di mana pembuluh darah normal tersumbat, memicu tumbuhnya pembuluh darah baru yang rapuh dan abnormal (neovaskularisasi). Pembuluh baru ini sangat mudah pecah dan berdarah ke dalam rongga vitreus, bahkan dapat menarik retina hingga lepas dari dasarnya (ablasio retina traksional).

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pada stadium awal, retinopati diabetik sering kali sama sekali tidak menimbulkan gejala apapun. Namun saat komplikasi berlanjut, pasien mungkin mengalami:

  • Penglihatan mendadak buram atau berfluktuasi seiring naik-turunnya kadar gula darah
  • Melihat bintik-bintik gelap, benang laba-laba, atau bayangan merah melayang (floaters)
  • Penglihatan warna memudar
  • Muncul area gelap atau kosong di tengah bidang penglihatan
  • Penurunan penglihatan mendadak akibat perdarahan masif di dalam bola mata

Penanganan Vitreoretina di Cirebon Eye Center

Di Cirebon Eye Center, layanan subspesialis Vitreoretina yang dipimpin oleh dokter spesialis berpengalaman seperti dr. Johanes Arie Setiawan, Sp.M menyediakan penanganan terpadu:

  • Pemeriksaan Funduskopi Dilatasi: Melihat kondisi retina secara langsung menggunakan lensa khusus.
  • Laser Fotokoagulasi Retina: Menyegel pembuluh darah yang bocor dan menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang abnormal.
  • Injeksi Intravitreal Anti-VEGF: Membantu meredakan pembengkakan makula dan memperbaiki ketajaman visual secara signifikan.

Semua penderita diabetes melitus (Tipe 1 maupun Tipe 2) dianjurkan melakukan pemeriksaan mata retina minimal setahun sekali meskipun belum merasakan keluhan penglihatan.


Kata Kunci: retina retinopati diabetik diabetes dr johanes arie setiawan cirebon eye center
Bagikan:

Konsultasikan Kesehatan Mata Anda di Cirebon Eye Center

Pemeriksaan menyeluruh dengan dokter spesialis mata berpengalaman dan peralatan diagnostik mutakhir. Melayani pasien Umum dan BPJS Kesehatan.

Tim Dokter Spesialis

Didukung dokter spesialis mata terbaik di Cirebon (Katarak, Retina, Glaukoma, Mata Anak, Rekonstruksi).

Lihat Profil & Jadwal Dokter
Informasi & Reservasi

Senin - Sabtu pada jam operasional klinik.

(0231) 201589 WhatsApp 0878-8110-1666
Chat Kami di WhatsApp