Mata juling atau dalam istilah medis disebut Strabismus adalah kondisi di mana kedua bola mata tidak terarah pada titik fokus yang sama saat melihat suatu objek. Salah satu mata mungkin melihat lurus ke depan, sementara mata lainnya bergulir ke arah dalam (esotropia), luar (eksotropia), atas (hipertropia), atau ke bawah (hipotropia).
Mitos: 'Mata Juling Nanti Sembuh Sendiri Saat Anak Besar'
Salah satu mitos paling keliru yang sering beredar di masyarakat adalah anggapan bahwa mata juling pada bayi dan balita adalah hal biasa dan akan normal dengan sendirinya. Secara medis, mata juling setelah usia 4-6 bulan tidak akan sembuh dengan sendirinya tanpa intervensi klinis.
Menunda pemeriksaan dapat menyebabkan komplikasi serius yang disebut Ambliopia atau 'mata malas'. Karena kedua mata mengirimkan dua gambar berbeda ke otak, otak anak secara alami akan mengabaikan sinyal dari mata yang juling untuk menghindari bayangan ganda. Akibatnya, saraf mata yang diabaikan tidak berkembang sempurna dan mengalami penurunan penglihatan permanen seumur hidup.
Penyebab Utama Strabismus pada Anak
- Ketidakseimbangan kekuatan otot penggerak bola mata
- Kelainan refraksi tinggi yang tidak terkoreksi (seperti rabun dekat tinggi / hipermetropia)
- Kelainan saraf pengendali pergerakan bola mata
- Faktor genetik (riwayat keluarga dengan kondisi serupa)
- Kelahiran prematur atau riwayat berat badan lahir rendah
Penanganan Strabismus di Cirebon Eye Center
Pemeriksaan mata anak di Cirebon Eye Center ditangani oleh dokter spesialis pediatrik oftalmologi berpengalaman seperti dr. Anita Oktaputri, Sp.M dengan metode yang disesuaikan usia anak:
- Pemberian Kacamata Koreksi: Pada beberapa jenis strabismus akomodatif, pemakaian kacamata dengan resep presisi dapat meluruskan kembali sumbu penglihatan anak tanpa operasi.
- Terapi Patching (Penutupan Mata): Menutup mata yang sehat beberapa jam sehari untuk memaksa otak menggunakan dan melatih mata yang malas agar ketajaman visualnya meningkat.
- Latihan Otot Mata (Orthoptics): Melatih koordinasi kedua mata untuk fokus bersamaan.
- Operasi Otot Mata: Jika terapi kacamata dan latihan belum cukup, tindakan bedah penyesuaian panjang/tegangan otot mata dapat dilakukan dengan aman untuk mengembalikan kesejajaran bola mata.
Semakin dini kelainan mata pada anak terdeteksi dan diterapi (terutama sebelum usia 7-8 tahun saat jalur penglihatan masih berkembang pesat), semakin besar peluang anak memiliki penglihatan binokular normal.